INFO LEBIH LANJUT :  +62 821 735 4444 0

joomla 1.7

Ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin hari semakin terbatas. Sebagaimana  gambaran, diperkirakan cadangan minyak bumi di Laut Utara akan habis pada th. 2010.  Indonesia yang saat ini dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi juga  diperkirakan akan mengimpor bahan bakar minyak pada 10 tahun mendatang.

Karena  produksi dalam negeri tidak dapat lagi memenuhi permintaan pasar yang meningkat dengan  cepat akibat pertumbuhan penduduk dan industri. Banyak upaya yang telah dilakukan  untuk menghadapi krisis energi ini, diantaranya adalah dengan memanfaatkan sumber  energi dari Matahari, batu bara, dan nuklir, serta mengembangkan bahan bakar dari sumber  daya alam yang dapat diperbaharui (renewable).

Brasil telah menggunakan campuran bensin dengan alkohol yang disintesis dari tebu untuk  bahan bakar kendaraan bermotor. Beberapa jenis minyak tumbuhan seperti minyak kelapa,  minyak kedelai, dan minyak sawit juga telah diteliti untuk digunakan langsung sebagai  bahan bakar kendaraan bermotor, seperti halnya nenek moyang kita dahulu menggunakan  minyak tumbuhan lokal sebagai bahan bakar alat penerangan.

Lebih lanjut, beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat telah mengembangkan dan  menggunakan bahan bakar dari minyak tumbuhan yang telah dikonversi menjadi bentuk  metil ester asam lemak, yang disebut dengan biodiesel. Negara-negara Eropa umumnya  menggunakan biodiesel yang terbuat dari minyak rapeseed, sedangkan Amerika Serikat  menggunakan biodiesel yang berbahan baku minyak kedelai. Sebagai negara penghasil  minyak sawit terbesar dunia, Malaysia dan Indonesia juga telah mengembangkan produk  biodiesel dari minya sawit (palm biodiesel) meskipun belum dilakukan secara komersial.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah berhasil mengembangkan palm biodiesel dari  minyak sawit mentah (CPO), refined bleached deodorised palm oil (RBDPO) dan fraksi- fraksi seperti stearin dan olein serta minyak inti sawit. Palm fatty acid destillate (PFAD)  yang merupakan hasil samping dari pabrik minyak goreng maupun minyak goreng bekas  dari industri rumahan (home industry) juga telah dikembangkan oleh PPKS sebagai bahan  baku pembuatan palm biodiesel.

Pengembangan produk biodiesel ternyata lebih mengembirakan dibandingkan dengan  penggunaan minyak tumbuhan langsung sebagai bahan bakar Proses termal (panas) di  dalam mesin akan menyebabkan minyak terurai menjadi gliserin dan asam lemak. Asam  lemak dapat teroksidasi atau terbakar secara relatif sempurna, tetapi dari gliserin akan  terbentuk senyawa akrolein dan terpolimerisasi menjadi senyawa plastis yang agak padat.  Senyawa ini menyebabkan kerusakan pada mesin, karena membentuk deposit pada  pompa injektor. Karena itu perlu dilakukan modifikasi pada mesin-mesin kendaraan  bermotor komersial apabila menggunakan minyak tumbuhan langsung sebagai pengganti  bahan bakar minyak bumi.

Selain karena alasan ketersediaan minyak bumi yang terbatas, pengembangan produk  biodiesel dari minyak tumbuhan seperti minyak sawit, juga diarahkan pada sifat bahan  bakunya yang dapat diperbaharui. Disamping itu, produksi gas hasil pembakarannya, yakni  karbon dioksida CO2 di atmosfer yang berlebihan bersifat merusak lingkungan dengan efek  rumah kaca yang ditimbulkannya. Dengan memanfaatkan minyak tumbuhan sebagai bahan  bakar, maka pembentukan CO2 baru di atmosfer diperkirakan hampir tidak ada. Hal ini  disebabkan CO2 hasil pembakaran dari biodiesel akan dikomsumsikan kembali oleh  tanaman baru untuk kebutuhan proses fotosintesisnya (siklus karbon).

Selain mereduksi efek rumah kaca, penggunaan biodiesel juga akan meningkatkan kualitas  udara lokal dengan mereduksi emisi gas berbahaya, seperti karbon monooksida (CO), ozon  (O3), nitrogen oksida (Nox), sulfur dioksida (SO2), dan hidrokarbon reaktif lainnya, serta  asap dan partikel yang dapat terhirup.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar emisi gas buang seperti CO, CO2, NOx,SO2,  dan hidrokarbon dari bahan bakar campuran palm biodiesel dan solar lebih rendah  dibandingkan dengan bahan bakar solar murni.
Penggunaan biodiesel juga dapat mereduksi polusi tanah, serta melindungi kelestarian  perairan dan sumber air minum. Hal ini berhubungan dengan penggunaan mesin-mesin  diesel di sektor perairan.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh biodiesel ini ditunjang oleh sifatnya yang dapat  teroksigenasi relatif sempurna atau terbakar habis, non-toksik, dan dapat terurai secara  alami (biodegradable)

Hasil pengujian biologis menunjukkan bahwa tingkat toksisitas akut biodiesel pada tikus  percobaan relatif rendah, yakni dengan nilai LD50 (nilai dosis yang menyebabkan kematian  hewan percobaan sebanyak 50 persen dari populasi percobaan) sebesar 17,4 gram per  kilogram berat badan (BB). (Sumber: MKI-Online)

veenio
Gedung Toko Buku Sakinah Lantai 2
Jl. Tuanku Tambusai No. 122
Pekanbaru - Riau
Telp/Fax : 0761-24801
email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

PT. BSM, beroperasi secara profesional dengan prinsip syariah, dikelola secara amanah oleh tenaga tenaga ahli dan berpengalaman, lebih dari 15 tahun, pada perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Dunia

Pelayanan Terpadu :

» Due Diligence, LC, TBM, TM
» Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit
» Kerjasama Perkebunan Kelapa Sawit
» Take Over Kebun Kelapa Sawit
» Pembiayaan Perbankan Syariah
» Kredit Macet Perbankan
» Pembangunan PKS Lengkap